WAY KANAN, Net News – Turnamen Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Way Kanan 2026 cabang olahraga (cabor) bulutangkis tidak hanya sukses melahirkan jawara baru, tetapi juga menjadi momentum krusial bagi masa depan olahraga tepok bulu di bumi Ramik Ragom. Ajang yang berlangsung sejak 17 hingga 23 Mei 2026 ini resmi dijadikan fondasi awal untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini secara berkesinambungan.
Fokus pada regenerasi ini sejalan dengan munculnya talenta muda potensial, seperti Aldavi Kenzi Shaka dari PB Ramik Ragom (Blambangan Umpu) yang sukses merajai kategori Tunggal U-17. Ada juga nama lainnya seperti Juara 2 Taufiq Arfa Firnata PB Ramik Ragom, Blambangan Umpu, Juara 3 Bersama Daffa Ibnu Hafizd PB Asta Muda, Baradatu, Juara 3 Bersama Arief Irwansyah Bukit Gemuruh, Way Tuba. Potensi-potensi muda inilah yang nantinya akan diproyeksikan mengisi skuad masa depan Way Kanan.
Selain persaingan ketat di kelompok umur, partai puncak yang digelar pada Rabu malam (20/5/2026) juga menyajikan laga sengit kategori Ganda Umum dan Ganda Veteran yang didominasi oleh perwakilan Kecamatan Baradatu. Di kelas Ganda Umum, pasangan Rener - Dodi (Baradatu) keluar sebagai juara usai menumbangkan perlawanan ketat Dandi - Budi (Gunung Labuhan). Sementara di kelas Veteran, dominasi Baradatu dipertegas lewat kemenangan pasangan Pur - Prayit atas duet Hasbi - Heri (Blambangan Umpu).
Acara penutupan turnamen dihadiri langsung oleh jajaran petinggi olahraga setempat, termasuk Ketua Umum KONI Way Kanan Indra Septa Purnama, S.H., Sekretaris Marison Silaen, S.Ip., Bendahara M. Ali Komaini, S.H., serta Ketua Terpilih PBSI Way Kanan H. Hermansyah, S.H., Sekretaris Akuntar, dan Ketua Panitia Heriyanto.
Dalam sambutannya, Ketua Terpilih PBSI Way Kanan, H. Hermansyah, S.H., menegaskan komitmennya untuk menggeser fokus utama organisasi pada pembinaan akar rumput (grassroots).
"Alhamdulillah, turnamen berjalan lancar. Fokus kita ke depan adalah regenerasi. Anak-anak yang mengikuti ajang ini harus menjadi penerus para seniornya. PBSI akan bergerak aktif melakukan pembinaan usia dini, menjemput bola mulai dari tingkat SD dan SMP melalui sekolah-sekolah," ujar Hermansyah.
Untuk memuluskan program pembinaan jangka panjang tersebut, Hermansyah secara terbuka mengajak KONI Way Kanan bersinergi, khususnya dalam pengadaan fasilitas dan sarana prasarana latihan yang memadai bagi para atlet muda.
Bak gayung bersambut, Ketua Umum KONI Way Kanan yang diwakili Sekretaris Jenderal Marison Silaen, S.Ip., menyambut baik visi tersebut. Ia menjelaskan bahwa regulasi turnamen tingkat provinsi saat ini memang menuntut kesiapan atlet usia muda.
"Kriteria umum dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) bulan November mendatang adalah usia 17 tahun ke bawah. Oleh karena itu, PORKAB ini menjadi instrumen seleksi yang sangat ketat. Kami ucapkan selamat kepada para pemenang muda kita," ungkap Marison.
Menanggapi kebutuhan fasilitas penunjang bagi pembinaan usia dini, Marison memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan. "Fasilitas-fasilitas penunjang akan kita perbaiki. Kita akan fokus penuh pada pembinaan atlet muda ke depan," pungkasnya sebelum menutup turnamen secara resmi.
Dengan berakhirnya PORKAB 2026, PBSI dan KONI Way Kanan sepakat bergerak cepat menggodok program latihan terpadu guna mematangkan mental dan fisik para atlet muda prioritas demi mendulang prestasi di ajang Porprov mendatang.

0Komentar