idnetnews.com
DRINGU,- 17 September 2026 Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah instansi terkait menggelar operasi gabungan guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekaligus menegakkan aturan lalu lintas. Kegiatan berlangsung di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo pada Kamis (17/9/2026), pukul 06.00 hingga 07.30 WIB.
Operasi gabungan ini melibatkan 10 personel Polres Probolinggo, satu perwakilan Jasa Raharja Probolinggo, sembilan petugas Bidang Pendapatan BPPKAD Kabupaten Probolinggo, serta sembilan personel UPT Bapenda Provinsi Jawa Timur di Probolinggo.
Kegiatan diawali dengan apel persiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pembagian tugas sesuai kewenangan masing-masing instansi, penempatan sarana prasarana, pengaturan alur kendaraan, serta penekanan agar petugas menerapkan pendekatan yang humanis dalam melayani masyarakat.
Selama operasi berlangsung, petugas mencatat sejumlah pelanggaran administrasi kendaraan, yakni 2 pelanggaran terkait kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan 22 pelanggaran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sebanyak 12 unit kendaraan roda dua dan satu unit kendaraan roda empat diamankan sebagai barang bukti.
Di sisi lain, kehadiran petugas juga memudahkan masyarakat untuk segera melunasi kewajiban perpajakannya. Tercatat tiga transaksi pembayaran PKB dilakukan langsung di lokasi dengan total penerimaan mencapai Rp706.000.
Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani, menyampaikan bahwa operasi gabungan ini bukan semata-mata penertiban, melainkan juga sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak tepat waktu.
Operasi gabungan ini tidak hanya berkaitan dengan penertiban lalu lintas, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor," ujar Kristiana.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kepatuhan membayar PKB merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, pendekatan edukasi dan pelayanan tetap diutamakan disamping upaya penertiban.
Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu. Kewajiban perpajakan yang terpenuhi akan turut mendukung penerimaan daerah untuk kemajuan bersama," tambahnya.
Kristiana juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antarinstansi pelaksana. Kolaborasi ini dinilai strategis karena menyasar sekaligus kepatuhan pajak, kelengkapan administrasi kendaraan, dan ketertiban lalu lintas.
Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat. Pendekatan yang dilakukan secara humanis diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus mendorong kepatuhan, baik dalam berlalu lintas maupun memenuhi kewajiban pajak kendaraan," tegasnya.
Operasi gabungan berlangsung lancar dan tertib dalam kondisi cuaca cerah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menciptakan masyarakat yang tertib administrasi, patuh pajak, dan taat hukum.
Team : Redaksi

0Komentar