TfCpBSM5Gpr7BSrlGfz8TSCpTA==
Light Dark
Studi Banding KREASI Kalbar ke SDN Sukapura 3, Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap Probolinggo Dijadikan Model Nasional Tahun 2026

Studi Banding KREASI Kalbar ke SDN Sukapura 3, Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap Probolinggo Dijadikan Model Nasional Tahun 2026

×

Idnetnews.com

SUKAPURA,- 12 September 2026 Pengalaman Kabupaten Probolinggo dalam menerapkan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) atau multigrade teaching menarik perhatian dari Kalimantan Barat. Rombongan program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, melakukan kunjungan studi banding dan pertukaran pengalaman ke SDN Sukapura 3, Kecamatan Sukapura, pada Jumat (11/9/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan "Penguatan Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap melalui Benchmarking dan Learning Exchange", yang bertujuan menggali langsung praktik baik penerapan PKR, sekaligus memperkuat kapasitas peserta dalam mengadaptasi pendekatan ini sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

Rombongan beranggotakan 10 orang, dipimpin oleh National Project Manager KREASI Dr. Gufron Amirullah, Advisor Education KREASI Prof. Dr. Ananto Kusuma Seta, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Jumadi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang Dharma.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, didampingi Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura Nur Habibah Umaroh, Pengawas Sekolah, Kepala SDN Sukapura 3 Mujiono, serta jajaran guru penerap PKR. Turut hadir tim INOVASI Jakarta dan Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi.

Dalam sambutannya, Advisor Education KREASI, Prof. Dr. Ananto Kusuma Seta, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap praktik pembelajaran kelas rangkap serta model PAUD-SD satu atap yang telah berjalan di Kecamatan Sukapura.

"Praktik baik kelas rangkap di Kecamatan Sukapura ini layak menjadi model nasional. Banyak wilayah di Indonesia yang memiliki sekolah dengan tantangan serupa — jumlah peserta didik terbatas, keterbatasan tenaga pendidik, serta akses yang sulit — namun anak-anak tetap berhak mendapatkan layanan pendidikan berkualitas," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, menyambut hangat antusiasme daerah lain yang ingin belajar dari pengalaman Probolinggo.

"Alhamdulillah, Kabupaten Probolinggo didatangi tamu dari Kalbar. Mereka sangat antusias mendalami penerapan multigrade teaching di daerah kami. Ke depannya, terbuka peluang untuk penelitian lanjutan maupun studi banding berkelanjutan," ujarnya.

Hary juga menegaskan bahwa praktik pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo telah mendapat pengakuan dan dukungan kebijakan.

"Multigrade teaching sudah diakomodir dan diakui oleh Tim INOVASI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, lengkap dengan regulasinya. Kami berharap praktik baik ini dapat terus dibagikan dan diterapkan di lebih banyak daerah di Indonesia," tambahnya.

Selama kunjungan, rombongan melakukan observasi langsung proses pembelajaran di kelas, mencermati strategi guru dalam mengelola peserta didik dari berbagai tingkatan kelas, pengelolaan kelompok belajar, diferensiasi pembelajaran, hingga pengelolaan waktu.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi refleksi dan partisipasi dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Multigrade Fase A Kecamatan Sukapura, di mana peserta mendalami peran komunitas guru dalam menjaga kualitas pembelajaran kelas rangkap.

Pertukaran pengalaman ini dirancang tidak sekadar untuk meniru, melainkan menganalisis, merefleksikan, dan mengadaptasi praktik baik sesuai konteks masing-masing daerah. Bagi Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, pengalaman Sukapura menjadi acuan berharga untuk mengembangkan PKR di wilayahnya. 

Sementara bagi Kabupaten Probolinggo, kunjungan ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat praktik baik pembelajaran kelas rangkap di tingkat nasional.

Penulis : Pimred 

Editor : Tim itnetnews info 

0Komentar

SPONSOR
SPONSOR