TfCpBSM5Gpr7BSrlGfz8TSCpTA==
Light Dark
Volume Timah Masuk BPT Dipertanyakan, Sesuai Produksi IUP atau Diduga Ada Selisih?

Volume Timah Masuk BPT Dipertanyakan, Sesuai Produksi IUP atau Diduga Ada Selisih?

×

Idnetnews.com-BANGKA BELITUNG — Volume material timah yang masuk ke PT Bangka Prima Tin (BPT) menjadi sorotan dan perlu ditelusuri lebih jauh. Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah seluruh volume yang diterima BPT sebanding dengan kemampuan produksi IUP yang menjadi sumber material, atau terdapat selisih yang membutuhkan penjelasan.

Penelusuran terhadap rantai pasok tersebut idealnya tidak berhenti pada data penerimaan di BPT. Sejumlah data perlu dicocokkan secara berurutan, mulai dari RKAB, realisasi produksi, stok, penjualan, dokumen pengiriman hingga volume material yang tercatat diterima BPT.

Apabila suatu IUP tercatat memiliki realisasi produksi dalam jumlah tertentu, sementara material yang kemudian dikaitkan dengan IUP tersebut masuk ke BPT dalam volume yang jauh berbeda, maka selisih tersebut menjadi titik yang perlu dijelaskan.

Pertanyaannya, apakah perbedaan volume tersebut berasal dari stok yang sah, produksi periode sebelumnya, mekanisme perdagangan, atau terdapat sumber material lain yang belum terlihat dalam rantai dokumen?

Hal ini juga perlu dilihat dari masing-masing mitra pemasok BPT. Berapa produksi yang tercatat pada IUP mereka, berapa volume yang dijual, berapa yang dikirim ke BPT, dan apakah seluruh angka tersebut memiliki kesinambungan secara administratif maupun faktual.

Jika terdapat volume pasokan yang melebihi realisasi produksi yang tercatat, kondisi tersebut belum serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Namun, selisih tersebut perlu ditelusuri dan dijelaskan berdasarkan dokumen yang dapat diverifikasi.

BPT juga perlu menjelaskan mekanisme pemeriksaan terhadap material yang diterima dari mitra. Apakah perusahaan mencocokkan volume pasokan dengan dokumen IUP, RKAB, realisasi produksi, stok, serta dokumen pengiriman sebelum material diterima dan diproses?

Selain persoalan volume, penting pula diketahui bagaimana BPT memastikan asal-usul material yang diterima. Apakah verifikasi dilakukan sampai kepada IUP sumber dan apakah terdapat pemeriksaan ketika ditemukan ketidaksesuaian antara data pemasok dengan volume material yang datang?

Dengan luas IUP BPT yang disebut sekitar 102 hektare, penelusuran terhadap sumber dan volume material menjadi bagian penting dalam melihat ketertelusuran rantai pasok.

Pertanyaan yang perlu dibuka antara lain: siapa saja pemasok BPT, dari IUP mana material berasal, berapa RKAB dan realisasi produksinya, berapa volume yang dikirim, serta berapa volume yang akhirnya diterima BPT?

Dugaan adanya selisih volume masih membutuhkan verifikasi melalui data dan dokumen resmi. Karena itu, BPT, para mitra pemasok, pemegang IUP, serta instansi terkait perlu memberikan penjelasan mengenai kesesuaian antara produksi, dokumen perdagangan, pengiriman dan penerimaan material di BPT.

Ruang klarifikasi dan hak jawab terbuka bagi seluruh pihak terkait.

0Komentar