Jauh dari harapan sejahtera ribuan guru HONORER atau guru paruh waktu akibat dampak melemahnya RUPIAH. Hal ini disampaikan Profesor Dr Sutan Nasomal SH,MH kepada media. Begitulah puluhan ribu kondisi para guru honorer saat ini mengalami persoalan berat karena untuk biaya sehari hari untuk sendiri saja sudah tidak bisa terpenuhi.
Persoalan sulitnya mencari pekerjaan yang berpenghasilan dibayar Rp 200.000/hari sebagai guru honorer memang tidak ada di negara kaya raya INDONESIA. Maka situasi seperti ini menjadi situasi yang krisisnya kesediaan masyarakat yang mau menjadi guru. (20/05/2026)
Profesor Sutan Nasomal Sangat Harapkan Nasib Guru Honorer Dapat Perhatian Khusus Presiden RI Karena Mereka Berperan Untuk Bangsa Dan Negara. Peran Guru dibalik kemajuan kecanggihan dunia sekalipun tidak bisa difungkiti itu pasti Tapi kenapa dari tahu seperti kata pameo dari Kuda gigit besi hingga kini gigit keju dan roti bahkan bisa terbang nasib guru yang mengajar dari tidak bisa baca hingga bisa melompat dan menjadikan pejabat pemerintah hingga Presiden tapi kog ya nasib mereka para guru penghasilannya jauh panggang dari api gaji guru dibawah gaji Buruh ironis memang dunia ini kalaupun ada peningkatan dari honor kini PPPK atas perhatian pemerintah masih sangat perlu ditingkatkan pemerintah apapun namanya itu", papar Profesor Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Call Center 08771902960
Negara Kaya Raya INDONESIA hanya ada dalam tulisan buku buku pelajaran dan majalah. Faktanya tidak berdampak untuk masyarakat luas, keadilan sosial menjadi jurang konflik sosial.
Hanya wacana dan tulisan yang tidak bisa menjadi wujud dan di nikmati masyarakat. Persoalan hari hari hanya bisa makan sehari dua kali saja sudah bagus bagi sebagian besar masyarakat.
Negara Kaya Raya INDONESIA menjadi pencetak Buruh dan gagal mencetak semangat berwirausaha bagi masyarakat luas.
Negara Kaya Raya yang sebagian masyarakatnya hidup bergantung pada rumah kontrakan dan tidak mampu memiliki rumah sendiri. Bahkan di tahun lalu para guru menjadi pemulung setelah kembali selesai mengajar menjadi catatan perihnya sebagai pejuang tampa tanda jasa.
Padahal sejarah majunya sebuah Negara dan majunya sebuah peradaban itu lahir dari pikiran dan kerja keras para guru.
Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menghimbau para pakar keilmuan dan ekonomi di Negara Kaya Raya INDONESIA agar menjadikan HARKITNAS adalah gerakan satu komando mewujudkan guru HONORER diperlakukan mulia dan tercukupi kebutuhannya. Masyarakat luas agar bisa lepas dari kemiskinan dan Negara Kaya Raya INDONESIA tidak terjebak pencetak kemiskinan terbesar di dunia.
Narasumber :
Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH
0Komentar